All posts by kutubpelangi

About kutubpelangi

Journalism and Novelist

Materi Literasi 2: Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi yang bersifat fisik atau nampak dalam bentuk susunan kata-katanya. Struktur fisik puisi terdiri dari beberapa macam, yaitu:
(1) Perwajahan puisi (tipografi) , yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

Nah, Tipografi sendiri ada yang berbentuk unik seperti puisi-puisi Sutardji

.
(2) Diksi , yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

Diksi berperan membentuk keindahan sebuah puisi.

.
(3) Imaji , yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

.
(4) Kata kongkret , yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret

“rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

.
(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

.
(6) Verifikasi , yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum.
Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
1. Onomatope adalah kata tiruan bunyi, msl “kokok” merupakan tiruan bunyi ayam, “cicit” merupakan tiruan bunyi tikus.
2. Bentuk intern pola bunyi yang terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya.
3. Pengulangan kata/ungkapan.
Ritma (ritme; irama) adalah alunan yg terjadi krn perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dl arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada; ritme
Metrum adalah ukuran irama yg ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dl setiap baris; pergantian naik turun suara secara teratur, dng pembagian suku kata yg ditentukan oleh golongan sintaksis

Nah dengan adanya struktur fisik akan lebih memudahkan seorang penyai dalam menulis sebuah puisi

Advertisements

Materi Literasi 1: Teknis dan Struktur

Bandung, – Salam Literasi teman-teman penulis, kita udah masuk dalam menulis aktif dan berbagi materi literasi.

Setiap hari sebagai pegiat literasi, teman-teman mesti terus menulis untuk melatih kemampuan menulisnya.

Nah, kali ini kan kita bakal bikin project nulis Antologi Puisi, untuk tahap 1 kita nulis antologi bersama. Nanti mungkin bisa dilanjutkan dengan antologi tunggal, novel dan lainnya.

Kita bahas puisi, apa itu puisi?

Puisi berasal dari bahasa Yunani,

Pocima atau Poeisis yang berarti membuat, menciptakan kata kata.

Secara kontemporer puisi adalah kata romantis edisi hati manusia

Kita pahami 1 hal kenapa harus nulis?

Di tahun 2013 ada survey, menyatakan bahwa tingkat minat membaca Indonesia adalah 4%, peringkat 60 dari 64 negara.

Sudah jadi tugas kita sebagai penulis sekaligus penyuka sastra buat perbaiki hal ini.

Ditambah, secara jelas kita paham 4% tersebut didominan oleh buku ajar, peran sastra mesti lebih baik lagi. Dimulai dari diri kita yah.

Yak kita lanjut ke struktur puisi yah. Ada struktur fisik dan bathin.

Struktur fisik puisi adalah;

(1) tipografi, (2) diksi, (3) citraan, (4) kata konkret, (5) bahasa figurasi, (6) majas.

Struktur batin puisi adalah;

(1) tema atau makna, (2) rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya, (3) nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya.

.

Setelah struktur kita bahas bentuk puisi

Judul Puisi

Oleh/karya: nama penulis

(Isi puisi)

Titimangsa

Contoh:

Sihir Dosa

Oleh: Arizen Tanjung
Dosa,

Aku amarahmu di kaca

Memakan bayangkupun kau mau berlumur

…………………..

Bandun, 14 Juli 2018

Untuk panjang puisi 1-2 halaman per puisi yah

DAFTAR NASKAH YANG DIBUKUKAN

IMG_20180629_173759_HDR.jpg

Antologi Puisi

MASA LALU DI DEPAN

Aku pencipta kata-kata setelah kata diciptakan Pencipta”

Setelah event untuk mendapatkan naskah terbaik mengenai ‘Masa Lalu di Depan’, akhirnya diluncurkan oleh Imperium Sastra Bandung dan Penerbit Gambang (Papel) Yogyakarta sebuah buku Antologi bersama.

Terima kasih kepada penulis-penulis yang sudah antusias untuk mengikuti event tersebut dan melakukan PO untuk buku tersebut. Untuk apresiasi memang dibutuhkan untuk literasi Indonesia.

Continue reading DAFTAR NASKAH YANG DIBUKUKAN

Menjadi Penulis Tamu di Antologi Puisi Masa Lalu di Depan

PENULIS TAMU

Info Oleh: PJ Event Masa Lalu di Depan

Pendaftaran Penulis tamu sampai 09 Mei 2018

Bandung, – Salam Literasi

Pada event menulis puisi Masa Lalu di Depan, ada banyak sekali jumlah penulis yang ikutan event ini. Jumlahnya saja hamper 600 Penulis dengan 800 Puisi lebih. Akan tetapi jumlah naskah yang dibukukan hanya 210 Naskah, saying bangetkan naskah yang lain menjadi terbuang rindu.

Untuk itu makanya Imperium Sastra Media (ISM) menyediakan wadah baru berupa buku edisi penulis tamu. Wah? Apa itu buku edisi penulis tamu?

Continue reading Menjadi Penulis Tamu di Antologi Puisi Masa Lalu di Depan

Daftar Naskah Yang Lolos Untuk Buku Pertama

BUKU ANTOLOGI PUISI “MASA LALU DI DEPAN”

Masa PO dibuka dari 26 April – 25 Mei 2018, format pemesanan

  • via WA (082210100218): MLDD – Jumlah Buku – Nama Pemesan – Alamat Lengkap
  • Via Email (imperiumsastra@gmail.com)

Berikut Daftar Nama dan Naska yang akan dibukukan, dan beberapa info penting

  • bagi yang naskahnya tidak ada di naskah bisa ikut dibukukan di buku Antologi Puisi Edisi Penulis Tamu
  • cara menjadi penulis tamu silahkan hubungi PJ Event (082210100218)
  • untuk yang naskahnya lolos tetap koordinasi dengan PJ event untuk dapatin info terbaru seputar buku, launching, PO, Bedah buku, etc
  • setelah masa PO ada kontes foto buku dengan hadiah menarik selama ramdhan
  • akun medsos instagram admin: www.instagram.com/arizentanjung
  • untuk pemesanan melalui e-mail akan dibalas setiap jam 10 pagi setiap harinya

salam literasi

Nama Penulis Judul Naskah Asal Penulis
Aulia Nur Rohmah Dialektika Rasa Pati, Jawa Tengah
Riski Murdianto Ilmu Kebumen, Jawa Tengah
Siti Masiyah Jahiliyah Masa Kini dan Nanti Kebumen, Jawa Tengah
Intan A Rajagukguk Kamu Kehidupanku Medan, Sumut
Ahmad Maulana Said Di Ancam Rindu Makassar, Sulawesi Barat
Samudin Sepatu Kota Baubau, Sulteng
Mustika Silvia Sekadar Rasa Lombok Timur
Nurlaila Aku perindu itu Semarang, Jateng
Hanifah Al Azwar Teruntuk Syam yang kurindukan Ciamis, Jabar
Uhan Rohimil Mahluk dan Hamba Pringsewu, Lampung
Dyah Ayu Sekar Amukti Sesal terhapus cahaya Palangka Raya
Wienarieska Kisah Terakhir Depok
Diah Anggraeny Aku Ingin Kembali Timika
Resmitha Diadara Keajaiban Itu Ada Brebes
Rahma Sintya Ruang Pertama Trenggalek
Nor Alimah Dirimu Binuang, Kalses
Puput Permata Senja Dawai Aksara Palembang
Feby Syafitri Harapanku Bertemu Ibu Medan, Sumut
Mefi Nur Fadzila Hutang Masa Lalu Tulungagung
Clara M.T.P Antara Dahulu dan Kini Jogja
Rahma Maryam Uran Berjalan Bersama Duka Sorong
Ida Purwanti S Hitam Bicara Bekasi
Wardah Az Zahra Taman Dan Kupu-Kupu Pamekasan
Imam Nafis Syahroni Dirimu Ngawi
Muhammaad Iqbal Ibrahim Lemari Topeng Jombang
Magdalena Lestari Tentang Masa Lalu Lampung selatan
Siti Rosyidatul Fadhilah Kenang Kudus
Rifkhi Mahendra Malam Rindu Bandar Lampung
Calvin Muhammad Adam Asmara Majalengka
Puji Rasa Sukabumi
Noviana Dwi Yanti Kala Itu Ciacap, Jateng
Ade Niki Lautan Duka di Langit Timur Tengah Ciamis, Jabar
Muh Apsing Sejarah Islam Bulukumba
Brilliant Al-Mudzakir Lembaran Baru Surabaya
Sayid Abdul Rozak Kelam Menuju Kelam Tangerang
Rahmatika Diyani Amnesia Pekanbaru, Riau
Putri Indriani Kaca Spion Surabaya
Saepudin Aep Terhalang Asal Jakarta
M Asrory Romzi Nasehat Lampau Kota Batu, Malang
Khoirunnisaa’ Meskipun Banyumas, Jateng
Sekar Fazhari Senja Meratap Purbalingga
Jourdan Sabiq Sejarah Ponorogo
Yeni Oktariani Sebatas Rasa Palembang
Nurrahmasia Suatu Senja di Masa Lalu Mataram
Novita Handayani Angan Masa Laluku adalah Nyata Masa Depanku Jakarta
Chandra Ramadhan Kenangan Masa Lalu Malang
Firdausi Nuzula Pribadiku Pasuruan
Linacha Senjaku Masih Tentangmu Jakarta
Hasti Nurchayati Kisah Masa Lalu Seolah Mengiringi Masa Depanku Yogyakarta
Dessi Surya Jarak Penjeda Cinta Bintaro
Mario Teguh Satri Hijrah Surabaya
Elminaldodede Asa Pulau Kami Maumere, NTT
Halimatussa’adah Tuanku Tersayang Bekasi
Elsan Sucitra Mawarni Lembaran Baru Tasikmalaya
Annisa Febria Prasetyo Untukku, Agamaku Medan, Sumut
Mai Parni Waktu Yang Tersenyum Padang, Sumbar
Pradnya Berliany Nada Syahwa Arkais Lama Jember
Khusni Sangadah Tersandung Masa Lalu Kebumen, Jawa Tengah
Dwi Retno Apriani Elemen Kesempurnaan Padang, Sumbar
Dilla Hardina Dalam Pangkuan Kenangan Tulungagung
Miftahul Ilmi Bayangan Atau Langkah Magelang
Zhafika Anindha Midya Utami Aku, Rasa Pengecutku dan Kemunafikanku Tangerang
Siti Auliya Kasih Sayang Seorang Ibu Bogor
Lisa Anggraeni Rinduku Terbungkus dalam Kenangan Tangerang
Jaja Sukaja Kolase Pilu Serang, Banten
Jeani Umi Sukmaning Kebebasan dan Penipu Pasuruan
Tri Haryanti Sumpahku Sumbawa
Tifany Rizky Setyawan Ribuan Kisah Surakarta
Hani Azizah Dibulan Januari Aku Jatuh Cinta Purbalingga
Yessy Nur Vanella Haruskah Sidoarjo
Niken Wahyu Dianita Syam tanah para syuhada Bogor
Fauziah Qurrota Ayuni Akankah Sampai Bandung, Jabar
Pemppy CS Di Kotamu Jakarta
Rizanatul Fitri Keabadian Reputasi Islam tegal
Rifa Dila Cinta TulusMu Cirebon
Fatmache Aku Manusia Sulawesi Selatan
Arneza Ovatasya Rahayu 8TH Blitar
Aprilia Hanif Wulandari Remember Surabaya
Fadya Faradiba Hari-hari Dirajam Rindu Makassar, Sulawesi Barat
Dean Perdana M Guru Olahraga Sidoarjo
Nursyifa Azizah Terjebak Dalam Angan Bandung, Jabar
Lifde Yendi Pratama Relung Kalbu Padang Pariaman
Devina Anggraeni Kerinduanku Kota Banjar
Anisa Hamni Masa Lalu dan Masa Kini Deli, Sumut
Qothrunnada Syarifah Gaduh Yang Belum Runtuh Jakarta Selatan
Ferdi Albahar Februari Purbalingga
Siti Fatimah Perjalanan Panjang Banjarmasin
pratiwi Abdilah Surat Untuk Ibu, Teguran Yang Dirindukan Pekanbaru, Riau
Suci Khairunnisa Apakah Aku Membawa Untuk Pulang? Padang
Iin Aisah Masa Depan dari Masa Lalu Cirebon
Sri Rejeki Lentera Kehancuran klaten
Diana Wijayanti Ketakutan Cimahi
Malinda Akomar Semestinya Kamu Surabaya
Anisa Rosyanti Senja Terakhir di Hari Fitri Bandung, Jabar
Muhammad Hasan Absori kamu kembali Temanggung
Zulfa Salsabila Kuharap Dirimu Hanya Mimpi Kudus
Irma Mahrunnisa Reinkarnasi Masa Yang Berlalu Tasikmalaya
Dwining Dyah Hadi Ningsih Simpang itu Jogja
Dian Fatma Pejuang Pagi Malang
Apri Kuncoro Negeri Syam Kebumen, Jawa Tengah
YudaRiyan Amarah Padang, Sumbar
Miya Ulandari Dear Sahabatku Wonogiri
Diah Kumalasari Bias Hujan Pati, Jawa Tengah
Niksa Putri Lorong Penyesalan Kediri
Gita Purnamasari Maaf Aku Jakarta
Khurin In Sucikah Akadku Surabaya
Desy Rahmayanti Khumairo Hati Yang Hijrah Surabaya
Ririn Tri Cahyani Bayangan Hitam Lahat, Sumsel
Silfa Salafia Inagatan Lalu Yang Menjamu Pemalang
Nurjannah Bekas Luka itu Masih Ada Cirebon
Ahmad Rajul Dinul Cintamu di Gubug itu Rembang
Nur Aulia Sari Distraksi Merelakan Depok
Amalia Fitriani Lestari Jodoh Banyuwangi
Imroatussholihah Balada Sebuah Ingatan Jambi
Kris Listiani Safitri Sudah Lupakan Saja Brebes
Fifi Safietri Semut Hitam Tasikmalaya
Ismi Hayati Takkan Terlerai Jambi
Baslan Syahputra Dongeng Tentang Kedamaian Medan, Sumut
Riska Tajuddin Pengais Ditanah Surga Makassar, Sulawesi Barat
Ry Aidan Kerontang Bogor
Riyaadlil Jinaan Puan Aku Rindu Sidoarjo
Suci Kusumawati Lonceng Malam Surakarta
Nurul Huda Sajak Lukisan Medan, Sumut
Elisabhet Mei Putri Mesuji Pelacur Dalam Diam Palembang
Rima Berlian Titip Rindu Bukittinggi
Ira Raudlotul Janah Makkah Bekasi
Ajeng W 366 yang berbeda Surabaya
Choriul Amirudin Kekuatan Dari Masa Lalu Yang Terlewatkan Salatiga
Erik Putra Gema Keabadian Balikpapan
Rahmadatul Wisdawati Bayangan Lalu TanjungPinang
Lidyah Verolina Cahayamu Bengkulu
Erlina Dwi Kusuma Kisah Lalu Yang Datang Kembali Wonogiri
Alfanyy Tujuh Belas Tahun lalu Denpasar
Ahmad Dhiya Ulhaq Pernyataan Mengapa Makassar, Sulawesi Barat
Aniva Kusumawardani Intimidasi Bandung, Jabar
Dhea Ayu Septya Lepas Waktu Lalumu tegal
Beni Apriska Hidup Tak Luput dari Masa Lalu Palembang
Firda Rodliyah Senyuman Nostalgia Surabaya
Putri Sukaesih Munawaroh Rasa Banyumas, Jateng
Nilna Adzkiya Karena Hatiku Tertinggal Tuban
Yasmina Siti Kamila Antara Tasikmalaya
Solda Anggraini Aku Telah Berubah Lahat, Sumsel
Hikmah Ramadhani Dia Kembali Makassar, Sulawesi Barat
Naufal Fachrur Rozi Berdiri Secerah Sinar Mentari Sidoarjo
Jezika Fauzela Anantisa Aku Yang Tak Ingin Melupakannya Cirebon
M Reski Ayah Jogja
Aulia UI Malihah Kenanglah Aku Boyolali
Muhammad Zainul Auliya Kehilangan Sempurna Malang
Trias Arsita Raupnya Susahku Palembang
Aenullael Mukarromah Aku Hanya Kasian Padamu Lombok
Aprilia Nur Khamidah Kritis Yogyakarta
Elisa Fitrina Dewanti Kunang Ku Kenang Jombang
Muhammad Iqbal Amiruddin Angan Maros, Sulsel
Sulisman Masih Disini Surakarta
Desi Pramudiwati Masa Lalu di Masa Depan Yogyakarta
Riska Fitri Wulandari Butuh Teman Bicara Klaten
Uzlifatul Baehaqi Aku Ingin Menjadi Kenanganmu Kudus
Elissa Eka Septriarini Tentang Kita Kasih Surabaya
Rita Agustina Sepekat Malam Bogor
Apriliya Wahyu Putri Elegi Madiun
Dewi Puspita Cinta Pertama Sumedang
Irma Amalia Andriansyah Beku Bandung, Jabar
Olivia Andi Calista Kelabu Di Hati Purworejo
Alfiana Firdausy Kutungguh Kutu Kukuh Pamekasan
Wahyu Seto Pesona Gawai Abadi Bekasi
Lina Triwahyuni Enyahlah Kenangan Lama Pekanbaru, Riau
Rizka Awalia Rahmat Regenerasi Ibu Pertiwi Pontianak
Septio Erostian Dongen Dari Negeri Agraria Brebes
Dewi Purwanti Glora Klasik Jakarta
Octaviani Kenangan Pontianak
Riska Anggi Islami Mimpi Masa Kecil Bandar Lampung
Sri Marliana Triastuti Masaku dan Masamu Ciamis, Jabar
Pamila Malinda Udara Yang Kembali Cimahi
Kamilius Danusa Kemarau Surabaya
Baiq Almira Syarifa Fana Denpasar
Gea Rara Hayu Arimbi Doa Jember
Nur Cholis Dosa Banjarnegara
Refi Kurniasari Penuntun Masa Depan Jakarta
Bambang Kristanto Pulanglah! Batam
Anindita Buyung P Aku Yang tertinggal atau kau yang tinggal Jakarta
Rsiky Rahmawati Panggilan Umat Islam Medan, Sumut
Yanu Faoji Merangkak Dalam Ingat Banyumas, Jateng
Fidaa Setelah Lalu Grobogan
Lisnawati Ombak Rindu di Senja Untuk Jo Bekasi
Gany Fitriani Memori Gulitaku Yogyakarta
Silvia Haryati Masih Ada Jember
Shafira Fa Izuniar Cinta Sejati Banyuwangi
Mega Octaviani Bagiku Nestapa Cimahi
Indah Fadhila Priyanitama Bait Ampunan Jakarta
Dian Panji Permana Jejak Surakarta
Wanda Ayu Lestari Persinggahan Cinta Sumsel
Teuku Muhammad Balqiah Merayakan Patah Hati Aceh
Sindy Agustin Keraguanku yang Meyakinkanmu Purwokerto
Achmad Mubarok Masa Lalu di Masa Depan Semarang, Jateng
Shabrina Dwi Ananda Masih Tentangnya Aceh
Vina FS Aku Bandung, Jabar
Yupita  Friskiana Wijaya K I T A Yogyakarta
Cahyadi Permana Al-Hijad Hari ini sudah berubah Bandung, Jabar
Briliani Putri Pijar Pratiwi Kebekuan Tangerang
Witri Aulia Maudy Masa Lalu di Depan Bogor
Johan Wijaya Diskriminasi Jakarta
Muhammad Amrullah Terjebak di Lautan Angan Lamongan
Eka Febriyanti Mimpi Terbaik Palembang
Dewi Kurniawati Memori Rasa dalam tanya Semarang, Jateng
Nuurul Luthfiyyah Akhlakul Karimah Yogyakarta
Cintya Putri Permata Hati Yang Hitam Semarang, Jateng
indah arihta bintang kemanusian Medan, Sumut
Ceissar Sihotang Aku Kira Jakarta

Pengumuman Event MLDD 2018

Masa Lalu di Depan.jpg

PENGUMUMAN EVENT
MASA LALU DI DEPAN

Assalamualaikum W W

Dengan ini tepat tangga 26 April 2018, Imperium Sastra Media secara resmi mengumumkan Pemenang dan Daftar Naskah yang akan dibukukan. Beberapa pertimbangan dilakukan oleh tim kurasi.

Imperium Sastra Media berterima kasih kepada 500 lebih penulis seluruh Indonesia yang sudah ikut event ini. Adapun tagline event

Apa-apa yang ada di Masa Lalu namun masih dirasakan di Masa Depan”

Beberapa hal yang telah diselesaikan Imperium Sastra Media:

  1. Melakukan Update Naskah, oleh PJ Event
  2. Melakukan Penilaian Terhadap Naskah Puisi, oleh tim kurasi
  3. Me-Foll Up Info actual seputar lomba
  4. Mengumumkan Masa PO Pertama (27 April – 25 Mei 2018)
  5. Bekerjasama dengan penerbit
  6. Untuk yang mau naskahnya tidak dibukukan, tenang, kita ada antologi puisi Masa Lalu di Depan edisi Penulis tamu. cara menjadi penulis tamu bisa chat PJ Event (082210100218) dengan chat: Penulis Tamu – Judul Puisi – Nama Penulis

Nah, temen-teman, desain Buku Antologi Puisi “MASA LALU DI DEPAN” Sudah diselesaikan. Wah, mulai besok pagi akan di share cara PO Bukunya yah

Salam Literasi

Eh, maafin pengumuman ditunda lagi

Bismillahirahmanirrahim

Berikut 5 Penulis Terbaik dalam event puisi Masa Lalu di Depan

  1. Syam Dalam Diam – Haru
  2. Detik-Detik Paling Waktu – Rahasta Medina
  3. Hei! – Muhammad Alhadi
  4. Doa-Doa Perjodohan – Mars Alwi
  5. Beku – Anjani Dewanti

Selamat Untuk 5 Penulis Terbaik, keputusan mutlak menurut penilaian Tim Kurasi

Nah

ada lagi yang bakal kita share, yakni daftar naskah yang akan dibukukan. Total ada 210 Naskah Puisi

Naskah Dibukukan EVENT MLDD 2018

Silahkan didwonload yah

 

Update Naskah Terakhir Event Puisi – MASA LALU DI DEPAN

Berikut daftar naskah yang masuk hari ini pada 24 April 2018. Naskah-naskah yang kami terima masuk tahap penilaian. Untuk naskah harus memiliki bio narasi dan kontak yang bisa dihubungi, jika belum silahkan kontak PJ Event melalui sms/telpon/WA 082210100218 atau DM Ig: @imperiumsastra @arizentanjung. Jumlah Penulis yang sudah mengirimkan puisi adalah 500 Penulis. Continue reading Update Naskah Terakhir Event Puisi – MASA LALU DI DEPAN

Update Naskah 08 April – Event Puisi Masa Lalu di Depan

Berikut daftar naskah yang masuk hari ini pada 08 April 2018. Naskah-naskah yang kami terima masuk tahap penilaian. Untuk naskah harus memiliki bio narasi dan kontak yang bisa dihubungi, jika belum silahkan kontak PJ Event melalui sms/telpon/WA 082210100218 atau DM Ig: @imperiumsastra @arizentanjung. Jumlah Penulis yang sudah mengirimkan puisi adalah 314 Penulis.

Continue reading Update Naskah 08 April – Event Puisi Masa Lalu di Depan