Posted in Uncategorized

Embun

Temaram malam masih tersenyum dengan embun gelapnya, sedang di belakang kelam aku masih tersenyum-senyum kecil melihat dirinya menghindari terpaan badai yang sepoi, menari-nari hatiku dibuatnya, sehingga badan bergetar-getar ingin melengkapi hari bahagianya dengan kado ini. Jemari kecil ini telah menulis lebih manis dari lisannya, akankah hati ikut mengepakkan sayap dengan harap-harapnya, ah sudahlah, setidaknya nadi-nadi ini telah memaksa jantung tetap berdetak dengan debar-debarnya…

Advertisements

Author:

Journalism and Novelist

4 thoughts on “Embun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s