Posted in Poetry

Ukiran Nafas

sejarah sembilan abad lamanya…..

Akan jatuh dalam lupa

Sejarah sembilan tahun lamanya….

Akan bangkit dalam ingat

Sejarah sembilan bulan lamanya…..

Terciptalah surga di kaki indahmu

Ibu……

Mama……

Bunda…….

Sejuta panggilan indahmu

Hanya kalah oleh asma tuhan

Ia adalah sosok sayap malaikat

Yang hidup tanpa udara

Yang mengalir tanpa air

Yang panas tanpa api

Yang  indah tanpa pelangi

Untuk ibu….

Untuk ibu

Bolehkah kita menjadi teman

Tapi nanti dunia akan iri padaku

Bolehkah aku menjadi lawan

Tapi aku takut durhaka padamu

Cukup do’amu dari kejauhan

Menggetarkan hati sang langit

Cukup ucapmu dalam hati

Meluluhkan jiwa dari bumi ini

Ukiran nafas………….

Dari emas negeri yang  jauh

Atau berhalanya jahiliyah

Ukiran itu ada di  hati

Mengalir dengan darahku

Berpikir dengan hatiku

Bertindak dengan rasaku

Ukiran nafas……….

Dari sentuhan  tangan

Bersama hati tulusmu ibu……

 

Advertisements

Author:

Journalism and Novelist

4 thoughts on “Ukiran Nafas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s